Senin, 09 Juli 2012

INDONESIA dan KRISIS EKONOMI



Seperti yang kita ketahui, bahwa negara kita yakni Indonesia, pernah bebrapa kali mengalami krisis moneter yakni pada tahun 1998, 2007, dan 2011. Tetapi hal itu dapat kita atasi dengan berbagai macam alternatif. Diantaranya yakni menaikkan nominal pajak, dan harga cukai dari segala barang yang masuk ke Indonesia. Walaupun demikian GDP Indonesia masihlah tergolong rendah. Hal itu bias dilihat dari grafik peningkatan pengangguran yang ada.
Tetapi kemampuan Indonesia dalam mengatasi krisis ini sangatlah terbatas dan tidak akan selamanya stabil. Sebenarnya ada 6 faktor yang menyebabkan Indonesia mengalami krisis ekonomi, yakni :
1.     Pertama, indonesia bisa bertahan karena konsumsi tinggi rakyatnya memiliki tingka tkonsumsi yang terbilang tinggi.
2.     Secara geoekonomi, indonesia terletak pada wilayah strategis atau titik poin dalam hal perniagaan. Hal itu menyebabkan indonesia menjadi sasaran utama dalam perdagangan negara-negara lain.
3.     Secara geopolitik, indonesia tidak punya musuh secara politik dengan negara-negara lain. Hal itu disebabkan, indonesia mempunyai jaringan lewat organisasi internasional, seperti perserikatan bangsa-bangsa, g-20, asean, dan beberapa organisasi dunia lainnya.
4.     Indonesia kaya akan sumber daya alam yang melimpah. Dirinya mengklaim, indonesia punya daerah-daerah yang berpotensi sda-nya, namun dari segi infrastruktur dan teknologi pengembangang masih dirasa kurang.
5.     Sebanyak 65 persen penduduk indonesia berasal dari usia produktivitas yang tinggi. Baginya, pada masa usia produktif,tingkat ketergantungan penduduk berkurang. Mereka pun selalu berusaha untuk mandiri dan berinovatif, contohnya para pengusaha muda.
6.     Modalitas dan investasi asing di indonesia, masih sangat besar. Hal itu berpengaruh karena jika modal asing lebih mendominasi dari pada modal dalam negeri maka hal tersebut membuat PNLN (Produk Netto Luar Negeri) dan seperti yang kita ketahui bahwa PNLN itu mengurangi GDP agar diketahui nilai GNP. JIka semakin banyak PNLN maka akan semakin kecil GNP yang akan kita peroleh.
Adanya taktik yang dipegang oleh para pelaku usaha saat ini, baik pabrik atau perusahaan kini telah mengoptimalkan yang namanya sistem  “kerja kontrak”. Hal itu bertujuan agar para pekerja yang nilai produksinya telah habis tidak akan menghambat aktivitas produksi perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai target yang optimal. Secara otomatis hal tersebut akan menciptakan kerusuhan. Pengangguran yang telah terkena PHK dalam usia yang telah menginjak pensiun hanya akan mnundukkan kepala dan pada akhirnya terjadilah kriminalitas dengan otoritas dan tujuan menghidupi diri sendiri dan keluarga.

0 komentar: