I am a fans from Naruto,..... Oleeyy

Selamat Datang di www.hamhamfariham.blogspot.com, semoga bermanfaat dan tidak cepat bosan.

I am a fans from Naruto,..... Oleeyy

Selamat Datang di www.hamhamfariham.blogspot.com, semoga bermanfaat dan tidak cepat bosan.

I am a fans from Naruto,..... Oleeyy

Selamat Datang di www.hamhamfariham.blogspot.com, semoga bermanfaat dan tidak cepat bosan.

I am a fans from Naruto,..... Oleeyy

Selamat Datang di www.hamhamfariham.blogspot.com, semoga bermanfaat dan tidak cepat bosan.

I am a fans from Naruto,..... Oleeyy

Selamat Datang di www.hamhamfariham.blogspot.com, semoga bermanfaat dan tidak cepat bosan.

Senin, 06 Agustus 2012

Dan Fisika pun Menjadi Empuk di Mata Bapak Ilmu Fisika Muslim



 Biografi Al-Haitsam
Al-Hassan Ibnu Al-Haitsam adalah ilmuwan yang lahir pada tahun 965 Masehi di Irak. Sebagai seorang fisikawan, betapa besar kontribusi pria ini dalam bidang sains di abad pertengahan. Antara abad ke-9 dan abad ke-13 menandai Masa Keemasan dalam ilmu pengetahuan Arab. Salah satunya dengan adanya Ibnu Al-Haitsam melakukan penelitian awal tentang cahaya. Berbagai terobosan di bidang matematika, astronomi, kedokteran, fisika dan kimia terjadi. Dibandingkan banyak fisikawan yang hidup pada masa itu, prestasi Ibnu Al-Haitsam adalah yang paling hebat. dikenal dalam kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen, adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop.

Teori Politik Al-Farabi (Teori Fenomenal Tentang Jenis-jenis Negara)



Biografi Al-Farabi
Abū Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Fārābi (870-950) singkat Al-Farabi adalah ilmuwan dan filsuf Islam yang berasal dari Farab, Kazakhstan. Beliau juga dikenal dengan nama lain Abū Nasir al-Fārābi (dalam beberapa sumber ia dikenal sebagai Abu Nasr Muhammad Ibn Muhammad Ibn Tarkhan Ibn Uzalah Al- Farabi , juga dikenal di dunia barat sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir.
Kemungkinan lain, Al-Farabi adalah seorang Syi’ah Imamiyah (Syiah Imamiyah adalah salah satu aliran dalam islam dimana yang menjadi dasar aqidah mereka adalah soal Imam) yang berasal dari Turki. Ayahnya seorang opsir tentara Turki keturunan Persia, sedangkan ibunya berdarah Turki asli. Sejak dini ia digambarkan memiliki kecerdasan istimewa dan bakat besar untuk menguasai hampir setiap subyek yang dipelajari. Pada masa awal pendidikannya ini, al-Farabi belajar al-Qur’an, tata bahasa, kesusasteraan, ilmu-ilmu agama (fiqh, tafsir dan ilmu hadits) dan aritmatika dasar. Al-Farabi muda belajar ilmu-ilmu islam dan musik di Bukhara, dan tinggal di Kazakhstan sampai umur 50. Ia pergi ke Baghdad untuk menuntut ilmu di sana selama 20 tahun.

Bapaknya Ilmu Kedokteran Dunia (Lanjutan dari postingan kemaren)



Biografi Ibnu Siena
Syeikhur Rais, Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina, yang dikenal dengan sebutan Ibnu Sina atau Aviciena lahir pada tahun 370 hijriyah di sebuah desa bernama Khormeisan dekat Bukhara. Sejak masa kanak-kanak, Ibnu Sina yang berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya. Kecerdasannya yang sangat tinggi membuatnya sangat menonjol sehingga salah seorang guru menasehati ayahnya agar Ibnu Sina tidak terjun ke dalam pekerjaan apapun selain belajar dan menimba ilmu.
Ibnu Sina adalah seorang ilmuwan, filsuf, dokter dan penyair. Ia dijuluki syeikh al-raiis (syeikh tertinggi), dan al-mu'allim al-tsaalits (guru ketiga) setelah Aristoteles dan Al-Farabi. Ia juga dikenal sebagai amiirul athibbaa (pangeran para dokter) dan Aristoteles Islam. Ia adalah pionir pada zamannya dalam berbagai bidang intelektual.
Dengan demikian, Ibnu Sina secara penuh memberikan perhatiannya kepada aktivitas keilmuan. Kejeniusannya membuat ia cepat menguasai banyak ilmu, dan meski masih berusia muda, beliau sudah mahir dalam bidang kedokteran. Beliau pun menjadi terkenal, sehingga Raja Bukhara Nuh bin Mansur yang memerintah antara tahun 366 hingga 387 hijriyah saat jatuh sakit memanggil Ibnu Sina untuk merawat dan mengobatinya. Berkat itu, Ibnu Sina dapat leluasa masuk ke perpustakaan istana Samani yang besar.

Ayo, Mengenal Ilmuwan Muslim (lak mbukak Blogku Kudu MOCO iki)



Mengenal Kehidupan Ilmu di Masa Lampau
Di zaman yang telah mencapai kemajuan ini, kita banyak mengenal ilmuan-ilmuan barat baik dalam bidang ilmu sosial maupun ilmu sains. Tetapi, apakah selama ini semua ilmu itu hanya berasal dari negara barat saja?, tentu tidak. Jika kita mengenal Adam smith, David Ricardo, Aristo Teles, dan beberapa nama ilmuan barat yang sudah mendunia itu, kita pasti dengan sangat mudah bisa menjabarkan teori yang telah mereka buat. Tetapi jika kita mendengar nama Al-Farabi, Ibnu Siena, Ar-Razi, apakah kita dapat mengenali siapa mereka?. Memang pada umumnya teori-teori yang kita dapat adalah teori yang dikemukakan oleh ilmuan dari negeri barat. Tetapi, sebenarnya ada banyak sekali teori dari ilmuan-ilmuan negeri timur yang lahir jauh sebelum teori-teori dari para ilmuan barat itu ada.