Minggu, 30 Desember 2012

Nak,...Ortu mu mau kamu TES IQ ? kamu mau ?




Belajar dapat diartikan perubahan, pengetahuan perilaku pribadi, permanen, dan pengalaman. Jadi secara komprehensif bahwa belajar merupakan aktivitas atau pengalaman yang menghasilkan perubahan pengetahuan, perilaku dan pribadi yang bersifat permanen. Prinsip belajar dapat diartikan sebagai aturan dan sistem belajar dalam upaya meningkatkan proses belajar dan pembelajarannya. Prinsip belajar terdiri dari Prinsip efek kepuasan (law of effect), Prinsip pengulangan (law of execise), Prinsip kesiapan (law of readiness), Prinsip kesan pertama (law of primacy), Prinsip makna yang dalam/ prinsip identitas (law of idensity), Prinsip bahan baru (law of recetay), prinsip gabungan, plateau belajar
Kecerdasan atau Intelegensi berasal dari bahasa latin, yaitu intelegere yang berarti memahami. intellectus intelek lebih bersifat pasif sedangkan intelegensi lebih bersifat aktif. Berdasarkan pemahaman tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa intelek adalah daya atau potensi untuk memahami, sedangkan intelegensi adalah aktivitas atau perilaku yang merupakan perwujudan dari daya atau potensi tersebut. Ada beberapa definisi mengenai intelegensi seperti “kemampuan untuk berfikir abstrak” ( Terman), “kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya” (Colvin), “teknik untuk memproses informasi yang disediakan oleh indra kita” (Hunt). Dari berbagai definisi tersbut dapat disimpulkan bahwa intelegensi adalah kesempurnaan perbuatan kecerdasan.
Tetapi cenderung kita menilai bahwa orang selalu melihatnya berbeda pada setiap sisinya. Banyak orang tua yang menginginkan kecerdasan anaknya berada di atas rata-rata. Bisa dibilang itu adalah suatu keegoisan yang sepihak. Kecerdasan anak pun bisa terbentuk dari faktor orang tua juga. Bagaimana orang tua bisa memberikan sebuah dorongan yang positif berupa semangat dan kasih sayang yang dibutuhkan oleh anak.
Banyak lembaga pendidikan yang menawarkan berbagai macam tes IQ (intelligence quotient), hanya untuk mengetahui seberapa besar kecerdasan seorang anak. Dan penilaian dari seorang guru pun juga tidak jauh beda dengan bagaimana hasil dari tes tersebut. Ada beberapa keuntungan dan kerugian dari tes tersebut yakni :
1.      Kita bisa mengetahui berapa tingkat kecerdasan anak pada saat itu.
2.      Kita bisa menyesuaikan bagaimana cara kita mendidik nantinya.
3.      Kita bisa memahami dan mengerti gambaran yang ada dalam pemikiran seorang anak secara khusus.
4.      Mengetahui jenis sekolah terbaik baginya
5.      Dsb
Tetapi selain memiliki kebaikan, tes IQ pun juga memiliki kekurangan yaitu :
1.      tes atau pengukuran inteligensi tidak luput dari kemungkinan kesalahan
2.      IQ yang diperoleh seseorang dari tes inteligensi pada suatu waktu tidaklah menjadi label yang selalu melekat bagi dirinya
3.      Prestasi yang tinggi tidak hanya tergantung pada IQ yang tinggi, tetapi masih tergantung juga pada faktor-faktor lain semisal motivasi belajar dan faktor peluang
4.      Hasil tes inteligensi yang tinggi sebenarnya tidak menjanjikan apa-apa selama tidak ditopang oleh faktor-faktor lain yang kondusif. Sebaliknya, hasil pengukuran inteligensi yang tidak begitu tinggipun tidak dapat dianggap sebagai vonis yang mematikan harapan dan usaha untuk berprestasi.
Oleh karena itulah jika orang tua hendak membuat sebuah tes IQ untuk balitanya atau untuk anaknya, maka hendaknya para orang tua juga memberikan kebebasan kepada anak untuk bermain dan emngembangkan sendiri bakat alaminya. Dengan begitu, seorang anak bisa memilih dan mengembangkannya tanpa adanya kecenderungan dari pihak manapun. Apakah hal itu perlu? Tentu saja perlu. Telah terbukti di beberapa kasus, seorang anak yang dalam masa kecil sampai dengan masa pertumbuhan, jika dikekang maka saat dewasa dia berkemungkinan besar memiliki IQ yang “Di Atas Rata-rata” bahkan bisa sampai pada “Genius”. Tetapi pada babak lainnya, mereka akan mengucilkan diri dari pergaulan dan lebih memilih area kekangan mereka yang sudah mereka tinggali selama masa pertumbuhan mereka.
Kebebasan yang terbatas adalah hal yang diperlukan oleh anak, bahkan sejak balita dan terus memerlukan perbaikan kembali saat dia sudah menginjak remaja.Kebebasan itu adalah kasih sayang orang tua dalam hal psikologis, dan kebersamaan dalam suatu waktu. Bukan kebahagiaan materi dan tuntutan menjadi “bintang” dalam area mereka.

0 komentar: